Kamis, 20 Maret 2008

PENGHAKIMAN

Pergi ke gambar ukuran penuh

PENGHAKIMAN

"Manusia ditetapkan mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi" (Ibrani 9:27). Menurut Alkitab, Allah ialah Penguasa manusia, Pemberi Hukum, dan Hakim Terakhir. Kadang-kadang Allah disebut Hakim (Ibrani 12:23), kadang-kadang Kristus (2 Timotius 4:8; Kisah 10:42). Allah "dengan adil akan menghakimi dunia oleh seseorang yang telah ditentukan-Nya" (Kisah 17:31). Takhta pengadilan Allah dan takhta pengadilan Kristus (2 Korintus 5:10) adalah istilah-istilah yang dapat dipertukarkan.


* Ibrani 9:27
Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi,

* Ibrani 12:23
dan kepada jemaat anak-anak sulung, yang namanya terdaftar di sorga, dan kepada Allah, yang menghakimi semua orang, dan kepada roh-roh orang-orang benar yang telah menjadi sempurna,

* 2 Timotius 4:8
Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.

* Kisah 10:42
Dan Ia telah menugaskan kami memberitakan kepada seluruh bangsa dan bersaksi, bahwa Dialah yang ditentukan Allah menjadi Hakim atas orang-orang hidup dan orang-orang mati.

* Kisah 17:31
Karena Ia telah menetapkan suatu hari, pada waktu mana Ia dengan adil akan menghakimi dunia oleh seorang yang telah ditentukan-Nya, sesudah Ia memberikan kepada semua orang suatu bukti tentang hal itu dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati."

* 2 Korintus 5:10
Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat.


Kepedulian Alkitab ialah kenyatakan penghakiman, bukan jadwal penghakiman itu, sehingga tidak mungkin dijabarkan sederet penghakiman yang berbeda-beda dan terpisah-pisah. Nubuat Tuhan Yesus tentang penghakiman bangsa-bangsa dalam Matius 25 adalah kiasan yang meluas, berdasarkan pengalaman sehari-hari tentang memisah-misahkan domba dari kambing karena bercampur-baur. Yesus hendak mengutus murid-murid-Nya untuk mewakili-Nya (Matius 12:48-50) ke dalam dunia, dan tujuan perjalanan akhir manusia akan ditentukan oleh cara mereka menerima dan memperlakukan utusan-Nya itu. "Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku" (Matius 10:40). Perumpamaan ini tidak mengajarkan keselamatan berdasarkan perbuatan baik, pun tidak menyelesaikan soal apakah akan ada jangka waktu 1.000 tahun antara kedatangan Kristus dan Penghakiman terakhir.


* Matius 12:48-50
12:48 Tetapi jawab Yesus kepada orang yang menyampaikan berita itu kepada-Nya: "Siapa ibu-Ku? Dan siapa saudara-saudara-Ku?"
12:49 Lalu kata-Nya, sambil menunjuk ke arah murid-murid-Nya: "Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku!
12:50 Sebab siapa pun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku."

* Matius 10:40
Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku.


Penghakiman terakhir akan didasarkan pada dua pokok persoalan, yaitu: perbuatan dan iman kepada Kristus (Wahyu 20:13-15). Hukuman akan dijatuhkan selaras dengan penerangan rohani yang diterima. Orang yang tidak mempunyai Taurat Musa akan dihakimi tanpa Taurat (Roma 2:12): mereka memiliki penerangan dari penyataan umum (Roma 1:20) dan isi hukum Taurat ada tertulis dalam hati mereka (Roma 2:15). Mereka yang "dengan tekun berbuat baik, mencari kemuliaan, kehormatan dan ketidakbinasaan" akan diberi pahala hidup yang kekal; mereka yang tidak menaati kebenaran, tapi menaati kelaliman akan mendapat murka (Roma 2:6-8 ). Sekali lagi, mereka yang mempunyai Taurat Musa akan dihakimi oleh Taurat (Roma 2:12). Dasar utama dari penghakiman ialah keadilbenaran Allah (Kejadian 18:25; Roma 3:3-4).


* Wahyu 20:13-15
20:13 Maka laut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan maut dan kerajaan maut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan mereka dihakimi masing-masing menurut perbuatannya.
20:14 Lalu maut dan kerajaan maut itu dilemparkanlah ke dalam lautan api. Itulah kematian yang kedua: lautan api.
20:15 Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu.

* Roma 2:12
Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

* Roma 1:20
Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih.

* Roma 2:6-8
2:6 Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya,
2:7 yaitu hidup kekal kepada mereka yang dengan tekun berbuat baik, mencari kemuliaan, kehormatan dan ketidakbinasaan,
2:8 tetapi murka dan geram kepada mereka yang mencari kepentingan sendiri, yang tidak taat kepada kebenaran, melainkan taat kepada kelaliman.

* Kejadian 18:25
Jauhlah kiranya dari pada-Mu untuk berbuat demikian, membunuh orang benar bersama-sama dengan orang fasik, sehingga orang benar itu seolah-olah sama dengan orang fasik! Jauhlah kiranya yang demikian dari pada-Mu! Masakan Hakim segenap bumi tidak menghukum dengan adil?"

* Roma 3:3-4
3:3 Jadi bagaimana, jika di antara mereka ada yang tidak setia, dapatkah ketidaksetiaan itu membatalkan kesetiaan Allah?
3:4 Sekali-kali tidak! Sebaliknya: Allah adalah benar, dan semua manusia pembohong, seperti ada tertulis: "Supaya Engkau ternyata benar dalam segala firman-Mu, dan menang, jika Engkau dihakimi."


Tapi manusia tidak hidup selaras dengan penerangan rohani yang diberikan kepadanya, justru berada dalam kutukan. Orang non-Yahudi memutarbalikkan penerangan dari penyataan umum (Roma 1:21) dan orang Yahudi gagal menaati Taurat (Galatia 3:10-12). Karena Allah telah menyediakan jalan keselamatan melalui kerja penebusan Kristus, dasar terakhir untuk penghakiman ialah hubungan seseorang dengan Dia. Inilah satu makna dari kitab kehidupan (Wahyu 20:15; bandingkan dengan Lukas 20:20; Filipi 4:3; Wahyu 3:5; Wahyu 13:8 ).


* Roma 1:21
Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap.

* Galatia 3:10-12
3:10 Karena semua orang, yang hidup dari pekerjaan hukum Taurat, berada di bawah kutuk. Sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang tidak setia melakukan segala sesuatu yang tertulis dalam kitab hukum Taurat."
3:11 Dan bahwa tidak ada orang yang dibenarkan di hadapan Allah karena melakukan hukum Taurat adalah jelas, karena: "Orang yang benar akan hidup oleh iman."
3:12 Tetapi dasar hukum Taurat bukanlah iman, melainkan siapa yang melakukannya, akan hidup karenanya.

* Wahyu 20:15
Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu.

* Lukas 20:20
Ahli-ahli Taurat dan imam-imam kepala mengamat-amati Yesus. Mereka menyuruh kepada-Nya mata-mata yang berlaku seolah-olah orang jujur, supaya mereka dapat menjerat-Nya dengan suatu pertanyaan dan menyerahkan-Nya kepada wewenang dan kuasa wali negeri.

* Filipi 4:3
Bahkan, kuminta kepadamu juga, Sunsugos, temanku yang setia: tolonglah mereka. Karena mereka telah berjuang dengan aku dalam pekabaran Injil, bersama-sama dengan Klemens dan kawan-kawanku sekerja yang lain, yang nama-namanya tercantum dalam kitab kehidupan.

* Wahyu 3:5
Barangsiapa menang, ia akan dikenakan pakaian putih yang demikian; Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan, melainkan Aku akan mengaku namanya di hadapan Bapa-Ku dan di hadapan para malaikat-Nya.

* Wahyu 13:8
Dan semua orang yang diam di atas bumi akan menyembahnya, yaitu setiap orang yang namanya tidak tertulis sejak dunia dijadikan di dalam kitab kehidupan dari Anak Domba, yang telah disembelih.


Yesus mengajarkan bahwa ganjaran bagi manusia didasarkan pada sikap mereka terhadap diri-Nya sendiri. Inilah inti pati dari Injil: keselamatan yang pertama-tama berkaitan dengan akhir zaman dan yang mencakup jalan keluar dari hukuman Allah pada hari penghakiman, ialah karunia Allah yang harus diterima melalui iman kepada Kristus dan penundukan diri kepada ke-Tuhan-an-Nya.

Eskatologi yang sudah diujudkannya terlihat dalam hal, bahwa penghakiman yang termasuk peristiwa-peristiwa akhir zaman, pada intinya terjadi dalam dunia ini. Orang yang tidak percaya berada dalam hukuman; penghakiman sungguh sudah terjadi, walaupun hukumannya belum diterapkan. Orang percaya takkan mengalami hukuman, sebab dia sudah pindah dari dalam maut (yaitu hukuman) ke dalam hidup.

Ajaran Paulus mengenai pembenaran juga menekankan hal ini. Pembenaran adalah berkaitan dengan akhir zaman: maksudnya ialah pembebasan dari hukuman dosa melalui keputusan yang menguntungkan dari pihak Hakim pada Hari Terakhir. Lawan pembenaran ialah penghukuman oleh Hakim itu. Tapi karena kematian Kristus, pembenaran terhadap orang-orang percaya sudah terjadi. Berdasarkan pembenaran yang terjadi sekarang, pada hari penghakiman kita akan diselamatkan dari murka.

Kendati demikian, penghakiman tetap merupakan sesuatu yang akan terjadi pada akhir zaman, bahkan atas orang-orang percaya sekalipun. Keadilbenaran yang kita harapkan ialah pembebasan pada saat penghakiman terakhir. "Kita semua harus menghadapi takhta pengadilan Kristus". Namun karena penebusan dalam Kristus, kegentaran hari penghakiman itu sudah hilang bagi orang yang sudah di dalam Dia.



Tidak ada komentar:

HTML/JavaScript